Superskor

Hasil Piala Super Italia – Respons Kekecewaan Allegri: Sepak Bola Kejam Layaknya Iblis!

Massimiliano Allegri tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai Juventus kalah dramatis dari Inter Milan di Final Piala Super Italia, Kamis (13/1/2022). Terhampar di Stadion Giuseppe Meazza, duel Inter Milan vs Juventus berkesudahan dengan skor 2 1. Kepastian Inter Milan juara Piala Super Italia berkat gelontoran gol Lautaro Martinez (P) dan Alexis Sanchez di penghujung laga.

Sedangkan Bianconeri memperoleh lesakan hiburan melalui Weston McKennie. Kekalahan ini jelas menyakitkan bagi Juventus, termasuk sang Allenatore (pelatih), Massimiliano Allegri. Dalam kurun waktu 2×45 menit, skor pertandingan masih 1 1.

Duel bertajuk Derby d'Italia ini dilanjutkan ke babak extra time. Saat laga menunjukkan menit ke 120, di mana detik detik akhir pertandingan akan rampung dan dilanjutkan ke adu penalti. Namun pada kenyataannya, Alexis Sanchez datang bak sambaran petir di siang bolong bagi Juventus.

Berawal dari blunder Alex Sandro yang bisa dimanfaatkan oleh Darmian untuk mengkreasikan assist. Sanchez yang menerima umpan dengan mudah berhasil merobek gawang tim sekota Torino ini. Allegri tidak bisa berkata banyak atas hasil pilu yang diterima timnya.

Dia bahkan merasa sepak bola sangat kejam layaknya diciptakan oleh iblis. Pasalnya, Bianconeri sejak awal sudah merancang untuk mengakhiri pertandingan lewat babak penalti. Bagitu skenario tersebut nyaris terjadi, apesnya justru Alexis Sanchez membuyarkan rancangan tersebut.

"Itu adalah pertandingan nyata, ujian yang bagus bagi kami untuk melihat di mana kami berada. Sayangnya, sepak bola terkadang terasa seperti diciptakan oleh Iblis,” kata Allegri, dikutip dari Football Italia . Allegri mengakui bahwa jelang watu tambahan akan berakhir, para pemainnya membuat kesalahan yang berujung petaka. "Kami melakukan kesalahan naif lima detik menjelang akhir pertandingan, tetapi bermain melawan tim terkuat di Italia saat ini dan memiliki beberapa peluang, membuat Inter sangat sedikit."

"Kami berjuang di 10 menit pertama, tetapi kemudian melakukannya dengan sangat baik.” Sang juru taktik memilih untuk bisa move on atas hasil pilu ini. Dia bertekad untuk membayar lunas kekalahan lewat raihan trofi, entah itu dari Liga Champions, Serie A maupun Coppa Italia.

“Kekalahan lima detik dari akhir memang menyakitkan, tetapi kami perlu menggunakan kemarahan itu untuk Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions," pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.