Internasional

Korea Utara Pertimbangkan untuk Lanjutkan Uji Coba Nuklir Jarak Jauh

Media pemerintah menyebut Korea Utara tengah mempertimbangkan untuk melanjutkan uju coba nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dihentikan sementara di tengah upaya meningkatkan kekuatan militer negara itu untuk melawan Amerika Serikat (AS). Seruan tersebut merupakan hasil pertemuan politbiro dari partai yang berkuasa di Korea Utara, yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Melansir , dalam beberapa bulan terakhir, Pyongyang meningkatkan retorikanya terhadap pemerintahan Presiden Joe Biden sambil melakukan serangkaian uji coba rudal balistik.

Termasuk apa yang Korea Utara gambarkan sebagai rudal hipersonik baru. Pertemuan pada Rabu (19/1/2022) berlangsung setelah setidaknya empat uji coba rudal diluncurkan bulan ini, yang memicu sanksi baru dari AS. NK News, yang berspesialisasi dalam meliput Korea Utara, mencatat pada hari Kamis bahwa meskipun ada uji coba baru baru ini, tidak ada yang melibatkan ICBM.

Tetapi dikatakan bahwa Korea Utara menampilkan ICBM barunya, yang disebut Hwasong 17, selama parade militer pada Oktober 2020. Korea Utara menguji bom nuklir adalah pada September 2017 , dan uji ICBM terakhirnya adalah dua bulan setelah itu. Di bawah pemerintahan Biden, AS menekan Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang sanksi internasional terhadap Korea Utara.

Pertemuan dewan tertutup dijadwalkan pada hari Kamis untuk membahas masalah ini. KCNA mengutip pejabat Korea Utara yang mengatakan bahwa ancaman AS "semakin serius dari hari ke hari". “Terutama pemerintah AS saat ini tetap melakukan manuver untuk merampas hak DPRK untuk membela diri,” kata pernyataan itu merujuk pada nama resmi Korea Utara.

Pertemuan itu juga mencatat bahwa AS telah melakukan "ratusan latihan perang bersama" dengan Seoul. Sementara juga "mengirim alat serangan ultra modern ke Korea Selatan" yang "sangat mengancam" keamanan Pyongyang, kata KCNA. Selama uji coba senjata hipersonik minggu lalu, media pemerintah mengutip Kim Jong Un yang meminta para ilmuwan untuk meningkatkan upaya untuk mengembangkan "otot militer" Korea Utara, meskipun ada dampak ekonomi yang menghancurkan dari sanksi, dan penguncian perbatasan yang diberlakukan ketika pandemi virus corona dimulai.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa Pyongyang dapat meluncurkan lebih banyak uji senjata dalam beberapa hari dan minggu mendatang untuk "lebih meningkatkan tekanan pada AS".

Leave a Reply

Your email address will not be published.